Sudah 3 tahun lebih dan hampir 4 tahun, aku berada disini.
Berada di zona nyamanku kalau mereka bilang, di tempat dimana orang sering menyebutnya tempat berdakwah, tempat mencari ilmu, tempat berkumpulnya orang baik, bahkan sering dibilang tempat orang-orang eksklusif di kampus. Padahal sedikitpun kami ga pernah menempatkan diri menjadi eksklusif.
LDK namanya. Semua tau ga mudah berada disini karena ngurusin orang. Kasarnya, ngurusin diri sendiri aja belum bisa bagaimana bisa ngurusin orang. Tapi pernah ingat kata seorang ustad, "karena dengan mengurusi orang kita juga ikut berbenah diri". Bahkan orang-orang yang berada di lingkungan ini pun dianggap orang baik, yang bisa dijadiin contoh, yang jarang ngelakuin kesalahan. Haha aku ngerasain sendiri gimana teman kelas melihatku seperti itu. Mbaku pernah bilang "ADK itu seperti orang yang berada di daerah yang sekelilingnya cermin. Jadi kalau ada satu kesalahan yang dilakukan ADK, maka cermin2 itu akan tau dan akan dijadikan pembenaran". See ga mudah berada disini kan, terus kenapa aku bisa nyaman berada disini? Udah pernah nangis juga disini? Udah banyak "makan hati" juga disini? Terus kenapa masih betah selama hampir 4 tahun?
Waktu pertama kali masuk disini karena ga sengaja, karena seseorang yang mengajak bukan kemauan sendiri. Lalu berjalan terus sampai aku berada di suatu divisi dimana didalam divisi tersebut kehilangan ketuanya sehingga wakil akhwat maju sebagai ketua divisi. Single parent kami menyebutnya haha
Liat dari sana, aku langsung takut dan gamau lanjut lagi. Kenapa? Karena aku takut berada di posisi yang sama seperti kakak itu. Takut ditinggalkan. Di akhir kepengurusan tahun itu, divisiku mengadakan acara besar, disana aku bertemu dengan seorang akhwat yang sangatsangat senior, beliau bertanya apa aku ingin lanjut di LDK? Aku jawab tidak, beliau tanya kenapa? Aku jawab "gamau ah kak, mau fokus kuliah aja sama mau masuk lab biar bisa bantu ajarin ngoding". Beliau ketawa dan menjawab "yakin? Yakin kalau kamu keluar dari sini terus masuk lab langsung bisa ngoding? Yakin juga kalau kamu berada disini memberi manfaat ke orang banyak dan tetap gabisa ngoding?" Betul juga kata beliau, ternyata aku hanya berpikiran sependek itu. Lalu aku ceritakan penyebab lain kenapa aku mau keluar karena kehilangan kabid. Beliau menjawab "Ga semuanya begitu kok. Banyak yang masih bertahan berjuang". Oke karena beliau sudah cukup meyakinkanku akhirnya aku memutuskan lanjut tahun depan. Mungkin ini yang dinamakan bertemu orang yang tepat disaat yang tepat π
Ternyata di tahun kedua ini, aku dipindahkan ke divisi lain. Karena katanya potensiku ada di bidang tersebut. Lalu aku diamanahkan untuk mengkoordinir suatu proker acara bersama partner dari divisi yang sama. Daaan yang tadinya dipikir mudah dan seru, ternyata engga. Disaat tim kami lagi semangat-semangatnya, ketua acara tersebut menghilang tanpa kabar dan yang kutau dia pergi dengan alasan "toh tanpa aku pun acara ini akan tetap jalan". Bagaimana bisa orang berpikir seperti ini, kalau semua anggota tim berpikir hal yang sama. Terus siapa yang ngejalanin? ππ
Semenjak kehilangan ketua tim, otomatis ga ada yang memantau. Dan tiap divisi di acara tersebut hanya sibuk dengan targetnya masing-masing. Waktu itu aku ditempatkan menjadi SC divisi acara, partnerku yang ikhwan sangat membantu sampai akhirnya beliau sibuk TA dan sering ditinggalkan juga π
π
setelah itu kejadian juga di akhwat yaitu sekdiv acaranya yang ingin mengundurkan diri awalnya karena katanya sakit hati dengan kadiv acaranya, lalu kami bantu selesaikan dan akhirnya pun tetap minta keluar dengan alasan tidak bisa membagi waktu dengan amanah yang lain. Huhu suka gemes sama orang kya gini. Tapi bisa apaa ππ Aku tak pernah merasa paling baik, merasa bekerja yang paling maksimal. Karena tim kami tim yang kuat saat itu, pastinya yang masih tersisa adalah orang-orang yang sangat ingin berjuang di jalan ini yang terseleksi dengan sendirinya karena gugur satupersatu. Dan mereka selalu angkatan yang lebih muda :")
Tahun ketiga setengah disini aku memutuskan untuk tetap lanjut, karena tahun kepengurusan ini dimana angkatanku yg memimpin dan setidaknya aku bisa berkontribusi membantu dakwah ini. Saat itu aku ditempatkan di LDK pusat untuk setengah kepengurusan.
Lalu karena ada masalah aku diturunkan ke fakultas untuk membantu divisi tersebut karena kehilangan sekbid dan aku bertugas membantu kabidnya. Awalnya aku menolak, takut staffnya gamau nerima aku, karena aku datang sebagai orang asing dari pusat di syuro mereka dan banyak pemikiran kalau orang-orang di pusat selalu ganggu fakultas.ππ Awalnya berjalan lancar, lama-lama kejadian seniorku dulu terulang dimana kabidnya menghilang dengan alasan sudah terlalu sakit hati. Oh meeen, pernah ga ngerasain di posisiku dimanaaa sebagai orang asing yang baru datang, baru dua kali syuro baru sksd sama staffnya tibatiba udh ditinggal kabid dan itu artinya KERJA SENDIRI. Hal yang paling kutakutkan kejadiaan T.T
Padahal di grup itu pun setiap aku post ga pernah ada yang nanggapin, mungkin karena mereka masih berpikir "siapa nih".
Saat itu aku merasa ingin keluar, sangaat ingin keluar. Tapi apa daya kalau ditanya ke hatiii yang paling dalam, selalu ada kata "bertahanlah sebentar lagi". :")
And then aku bertahan. Aku bentuk formasi dimana bukan aku yang memimpin tapi setiap staff dalam divisi tersebut merupakan pemimpin sehingga mereka merasa memiliki LDF ini. Awalnya sih bisa begini, tapi setelah mereka sibuk, ya lupa lagi.
Akhirnya aku mulai memberanikan diri dengan menchat personal staff-staff yang berada disana, aku tanya perasaan mereka, apa yang mereka rasakan selama kepengurusan, ya sekedar dengar curhatan mereka aja. Sediiih, sediiih banget hari itu. Karena aku baru tau kalau mereka sayang, mereka sangat sayang LDK ini, mereka tetap mau berjuang meski sudah ditinggalkan kabid-sekbid yang seharusnya membimbing mereka, menguatkan mereka. Mungkin kalau aku ada di posisi seperti mereka, aku juga bakal hilang karena buat apalagi dipertahankan kalau kakaknya udah ga ada. Tapi mereka bedaa, mereka bertahan dan masih tetap sayang π
Setelah itu,Entah kenapa ada beberapa orang dengan kesadaran sendiri muncul memimpin, masih mau membangun divisi ini yang kubilang rapuh, kalau disentil dikit aja pasti udah jatuh. Orang-orang tersebut semangat mengajak teman lainnya untuk syuro lagi, menjalankan proker yang masih tertinggal. Masya Allah :")
Yang tadinya aku merasa dirugikan karena diturunkan ke fakultas dan ditinggalkan begitu saja. Saat itu aku merasa sangat bersyukur, karena Allah mempertemukanku dengan mereka untuk mengingatkan kalau aku pernah berada di posisi mereka yang sangat bersemangat di jalan ini, yang pernah merasa sangat cinta dengan LDK ini saat ada yang menjelekkan :") mungkin kontribusiku selama ini tidaklah banyak. Tapi aku beruntung telah mendapatkan banyak pelajaran, banyak ilmu agama, ukhuwah yang seperti keluarga, yang belum tentu orang lain disana bisa dengan mudah mendapatkannya.
Karena ilmu tidak selalu didapatkan dari yang lebih tua, tapi yang lebih muda secara tidak langsung juga telah mengajarkan kita bahwa dakwah adalah cinta. π
Seperti pesan imam syahid Hasan Al-Banna
"Andai islam seperti sebuah bangunan usang yang hampir roboh, maka akan aku berjalan keseluruh dunia mencari jiwa-jiwa muda, aku tidak ingin mengutip dengan ramai bilangan mereka, tapi aku inginkan hati-hati yang ikhlas untuk membantuku dan bersama membina kembali bangunan usang itu menjadi sebuah bangunan yang terseragam indah" ππ
Terimakasih SKI dan Al-Fath untuk semua kenangannya. Bangga bisa bersamamu 3 setengah tahun ini :")
Saturday, 2 January 2016
Saturday, 5 September 2015
Karena Dakwah Adalah Cinta
Sering ditanya, apa sih yang buat betah disana?
Kenapa masih mau bertahan padahal udh banyak makan hati?
Kenapa selalu bilang mau keluar tapi ga pernah keluar?
Mungkin jawabannya karena cinta. Aih klise banget. Sepik banget. Pencitraan banget.
Haha tapi kenyataannya emang kya gitu.
Nangis? Beuuh. Sabar? Apalagi. Makan hati? Jangan ditanya.
Udah hampir mau 4 taun berada di jalan ini, jalan yang sangat tidak mudah, jalan yang hanya para pemberani mau mengambilnya. Jangan dikira selama 4 tahun ini begitu mudah, sama sekali engga. Baru ngerasain yang sering senior-senior bilang kalau ini ga akan mudah, tapi kalau bisa bertahan insyaallah pahala di dapat. Cuma itu yang dicari dari jalan ini.
Dan kali ini terjadi lagi. Gue kira kesinikesini ga akan nangis lagi, bakal lebih kuat dari sebelumnya. Tapi ternyata gue salah. Terlalu sombong dengan apa yang gue pikir, terlalu percaya diri dengan sesuatu yang belum terjadi. They said "Allah swt ga akan ngasih cobaan, kalau Allah swt ga sayang sama kamu". Aamiin aamiin semua orang pasti mengharap cinta Allah swt kan :")
I'm trying to be a good partner for him. Gue belajar menjadi orang yang selalu bisa diandalkan. Tapi gak tau lah, gue gamau menyebutnya gagal, karena gue udah usaha tapi mungkin dia yang belum usaha. Selalu sedih kalau ada yang mau berhenti berjuang disini. Sedih karena ditinggalin, sedih juga karena gue tau dia mampu. Semoga dia juga masih ragu sama keputusannya :(
Trus kenapa lo ga ikut keluar aja?
Mau. Mau banget keluar. Mau banget ga makan hati lagi. Tapi Alhamdulillah saat gue merasa ingin keluar, gue cerita dengan teman yang tepat. Teman yang ngebuat gue harus berpikir berulang kali kenapa gue keluar, kenapa gue jadi melemah setelah sekian lama gue disini. Alhamdulillah I found you. :")
Selain itu, ada satu hal yang buat gue selalu betah disini. Ukhuwahnya. Walaupun ukhuwah ini hanya beberapa orang di divisi tempat gue. Tapi ini cukup menguatkan, karena dari sedikit orang kita berusaha untuk menguatkan yang lainnya. Orang-orang ini yang membuat gue berubah ke arah yang lebih baik Insyaallah, dari yang tadinya gue hanya menggunakan kerudung selapis, sekarang berusaha menebalkannya, dari yang tadinya pakai kerudung sekenanya, sekarang berusaha untuk memanjangkannya walaupun belum bisa lebar banget kaya' mereka hehe. Ga pernah lupa juga mereka saling mengingatkan untuk memperbanyak ibadah sunnah. Oo uhibbukifillah♥
Orang-orang ini juga selalu optimis setiap acara, yang kadang menurut gue ga mungkin mereka selalu optimis Insyaallah akan berhasil.
Walaupun kami baru kenal di setengah kepengurusan ini, tapi kita udah ngerasa dekat. Pernah dapat nasihat dari orang, "lo akan betah di suatu tempat, kalau lo udah nemuin sesuatu yang buat lo betah disana" ya iyalaaah ya. Kalau kaga nemuin mah ya kaga betah-betah. Zz -..-
Insyaallah gue berusaha punya prinsip yang sama seperti mereka. Karena dakwah adalah cinta :")
Kenapa masih mau bertahan padahal udh banyak makan hati?
Kenapa selalu bilang mau keluar tapi ga pernah keluar?
Mungkin jawabannya karena cinta. Aih klise banget. Sepik banget. Pencitraan banget.
Haha tapi kenyataannya emang kya gitu.
Udah hampir mau 4 taun berada di jalan ini, jalan yang sangat tidak mudah, jalan yang hanya para pemberani mau mengambilnya. Jangan dikira selama 4 tahun ini begitu mudah, sama sekali engga. Baru ngerasain yang sering senior-senior bilang kalau ini ga akan mudah, tapi kalau bisa bertahan insyaallah pahala di dapat. Cuma itu yang dicari dari jalan ini.
Mau. Mau banget keluar. Mau banget ga makan hati lagi. Tapi Alhamdulillah saat gue merasa ingin keluar, gue cerita dengan teman yang tepat. Teman yang ngebuat gue harus berpikir berulang kali kenapa gue keluar, kenapa gue jadi melemah setelah sekian lama gue disini. Alhamdulillah I found you. :")
Orang-orang ini juga selalu optimis setiap acara, yang kadang menurut gue ga mungkin mereka selalu optimis Insyaallah akan berhasil.
Insyaallah gue berusaha punya prinsip yang sama seperti mereka. Karena dakwah adalah cinta :")
Saturday, 25 July 2015
Untukmu yang Tak Pernah Disebut Namanya
Hi, have you been there?
Did you eating well?
Did you sleeping well?
Are you happy there?
Do you ever missed me like I did?
Do you ever think about me even a little?
Banyak pertanyaan yang selalu ada buat 'kamu'. Pertanyaan sebagai alasan mulai menghubungimu lagi. Pertanyaan sebagai alasan untuk mencari perhatianmu. But I won't do that. I tried so hard to not to do that :')
Bukan karena gengsi, bukan juga karena jual mahal. Tapi mencoba belajar menjaga jarak, menjaga hati, menjaga agar tidak saling menyakiti, belajar bersikap bagaimana seharusnya menjadi seorang wanita. Sakit? Pasti. Sedih? Pasti.
Berhenti terbiasa dengan yang selalu ada, berhenti selalu dekat walau hanya sebatas teman. But I'm strong enough, rite? Like you always said.
Untukmu yang tak pernah disebut namanya, aku tau ini bukan sebuah perpisahan kan, tetapi agar menjadikan diri kita lebih baik lagi. Untuk tidak menduakan cinta kepada Allah swt, tetapi bersama agar selalu mencintai Allah swt.
Tapi nulis emang selalu lebih mudah dibandingkan dengan prakteknya. Huhu :""
Untukmu yang tak pernah disebut namanya, terima kasih sudah mengingatkan bagaimana seharusnya sikap seorang wanita terhadap lelaki.
Untukmu yang tak pernah disebut namanya, terimakasih sudah mengingatkan untuk menjaga izzahku sebagai wanita.
Untukmu yang tak pernah disebut namanya tapi masih selalu ada dalam doa dan tersimpan rapi disini, semoga Allah swt merestui kita nanti..
kelak jika kita dipersatukan, bimbing aku agar menjadi wanita solehah. :')
Untukmu yang tak pernah disebut namanya, jika nanti Allah tidak menakdirkanmu denganku pastilah dia yang paling terbaik untukmu.
Entah kenapa hari ini begitu melow, so hard to endure the tears. :"(
Insyaallah I'll get better soon, time will heals insyaallah. Hamasah !
- Dari seseorang yang tak berhak merindukanmu - :")
Haha tulisan ter-baper yang pernah di post -_-
Did you eating well?
Did you sleeping well?
Are you happy there?
Do you ever missed me like I did?
Do you ever think about me even a little?
Banyak pertanyaan yang selalu ada buat 'kamu'. Pertanyaan sebagai alasan mulai menghubungimu lagi. Pertanyaan sebagai alasan untuk mencari perhatianmu. But I won't do that. I tried so hard to not to do that :')
Bukan karena gengsi, bukan juga karena jual mahal. Tapi mencoba belajar menjaga jarak, menjaga hati, menjaga agar tidak saling menyakiti, belajar bersikap bagaimana seharusnya menjadi seorang wanita. Sakit? Pasti. Sedih? Pasti.
Berhenti terbiasa dengan yang selalu ada, berhenti selalu dekat walau hanya sebatas teman. But I'm strong enough, rite? Like you always said.
Untukmu yang tak pernah disebut namanya, aku tau ini bukan sebuah perpisahan kan, tetapi agar menjadikan diri kita lebih baik lagi. Untuk tidak menduakan cinta kepada Allah swt, tetapi bersama agar selalu mencintai Allah swt.
Tapi nulis emang selalu lebih mudah dibandingkan dengan prakteknya. Huhu :""
Untukmu yang tak pernah disebut namanya, terima kasih sudah mengingatkan bagaimana seharusnya sikap seorang wanita terhadap lelaki.
Untukmu yang tak pernah disebut namanya, terimakasih sudah mengingatkan untuk menjaga izzahku sebagai wanita.
Untukmu yang tak pernah disebut namanya tapi masih selalu ada dalam doa dan tersimpan rapi disini, semoga Allah swt merestui kita nanti..
kelak jika kita dipersatukan, bimbing aku agar menjadi wanita solehah. :')
Untukmu yang tak pernah disebut namanya, jika nanti Allah tidak menakdirkanmu denganku pastilah dia yang paling terbaik untukmu.
Entah kenapa hari ini begitu melow, so hard to endure the tears. :"(
Insyaallah I'll get better soon, time will heals insyaallah. Hamasah !
- Dari seseorang yang tak berhak merindukanmu - :")
Haha tulisan ter-baper yang pernah di post -_-
Saturday, 11 July 2015
Jundullah
Setelah sekian lama akhirnya "comeback" juga nih buat nulis. Halaah "comeback" udh macam artis korea aja :p
Kali ini gue mau cerita tentang seorang teman. Loh kenapa emang temannya? Iya soalnya menurut gue,beliau keren bangeeet.
Jadi begini ceritanya, Gue punya seorang teman. udah lamaaa kenal sama dia. Dia udh kya kakak dan sahabat buat gue. Kita sering cerita-cerita, sharing juga tentang agama kagum sama beliau, kagum sama ilmunya tapi cuma sebatas kagum aja dari sekian lama berteman, belum pernah saling suka-sukaan, apalagi baper-baperan haha siapa yg nanya juga yak -_-
Kenapa gue mau cerita tentang beliau? Karena entah kenapa,menurut gue dia keren. Keren ini bukan dari segi tampang maksudnya tapi cita-citanya. Beliau ini dulunya sempat di pesantren jaman SMA. So ilmu agamanya mungkin udah ga perlu ditanya kali yah hhe tapi gue gamau bahas tentang itu.
Dulu dia pernah cerita ke gue kalau lagi jatuh cinta. Tapi ga pernah sekalipun dia ungkapin ke perempuan2 yg disuka itu, walaupun emang dia suka lebai sih sampai ganti nama akunnya pakai nama cewe yg dia suka, entah iya atau bukan itu nama cwenya feeling aja. *eh maap keceplosan* haha :p Kadang gue suka ngeledek aja "yaudah bilang aja sana kalau suka. Dekatin aja". dia selalu jawab "gak ah gamau", gue bilang "haha gaboleh pacaran kan ya, berarti nanti langsung lamar aja tu cwenya", dia jawab " haha gatau deh,belum tentu juga aku nikah". Heu? :o
Loh kok ada yah jaman sekarang anak remaja menuju dewasa ga mikirin nikah. Sedangkan teman-teman gue di kampus, kakak-kakak di kantor tempat gue magang, semuanyaaaa bahasannya nikah. *termasuk gue* :v
Dulu sempat tanya kenapa emang belum tentu nikah. Beliau jawab "aku masih punya cita-cita yang belum kecapai". Gue bilang aja "loh emang cita-citanya gabisa kecapai kalau kamu nikah?". Dia jawab "aku punya tanggungan. Cita-citaku mau jihad". Kaget juga sih dengarnya dari punya segininya teman, baru satu teman yang bilang begini. Emang sih udah dari SMP dulu dia punya cita-cita itu. Tapi gue pikir ya ga serius. Sebatas simpati karena liat saudara semuslim yang dibantai habis-habisan oleh zionis.
Saluuut.. Saluuttt banget sama beliau :") karena gue sendiri aja belum pernah mikir tentang ini. Masih banyak mikirin diri sendiri, walaupun emang sedih liat saudara-saudara disana dan yang gue bisa cuma berdoa. Tapi banyak cara kan untuk menunjukkan kita peduli dengan saudara disana jika ga bisa bantu dengan fisik maka bantu dengan hal yang kita bisa seperti lewat doa dan materi mungkin :')
Sampai sekarang mimpi beliau masih sama, jihad fi sabilillah. Dan jihad dalam arti sebenarnya.
Yang menurut gue keren dari beliau adalah karena semangat buat ngejar cita-citanya itu, ga seperti banyakan orang termasuk gue yg masih sibuk mikirin tentang dunia sama diri sendiri. Masya Allah mulianya cita-cita beliau.:")
Terimakasih banyak buat ilmunya. Semoga Allah selalu memudahkan beliau untuk mencapai cita-citanya Aamiin
Saturday, 29 November 2014
Terimakasih telah memilihku
Dari judulnya sih agak-agak lebay gitu yah. kesannya gimanaaa gitu :p
Tapi ini beneraaan. Ini bukan masalah cinta, ini juga bukan tentang kuliah. Tapi ini tentang sesuatu yang gak semua orang bisa dipilih untuk berada di jalan ini. tsaaah *apaan tu? Kenapa gak semua orang bisa dipilih?* :o
hahaa sebenarnya nulis ini karena abis nonton video sih, itu juga video dikasih mba MR. hehe.
video ini ngena banget, video yang ngingatin kenapa gak boleh nyerah gitu aja, video yang ngasih tau emang jalan ini berat dan gak boleh lemah gitu aja. *kira-kira jalanan apaan tu yg berat?* :/
Entah udah berapa kali bilang mau mundur dari jalan ini, entah udah berapa kali nangis karena ini, entah udah berapa kali sakit hati karena ini. Tapi sampai sekarang, I'm here. masih disini, masih setia berjuang bersama mereka. haha :P
Jalan ini bernama dakwah. yah bukan dakwah yg ceramah jelas seperti ustad-ustad yang di tv gitu sih. Tapi berjuang untuk agama Allah SWT. Berjuang supaya generasi-generasi selanjutnya gak merasa asing dengan Islam yang sebenarnya yang sesuai dengan Qur'an.
Kalau udah ngeluh kenapa gue terus berada di jalan ini?
Karena mba MR gue selalu bilang, "Bukan dakwah yang membutuhkan kita, tapi kitalah yang membutuhkan dakwah. Maka berbahagialah, Allah masih memberi kita kesempatan untuk merasakan indahnya jalan ini."
yap di kampus, gue ikut UKM keagamaan semacam rohis kalau di zaman-zaman waktu SMA dulu.
Dan ini gak semudah kya waktu di SMA gue dulu. haha padahal sebenarnya dulu di SMA gue gak ada rohis, karena udah islam terpadu. dan gue baru merasakan gimana rasanya berat di jalan ini, disaat kita ngomong gak ada yang dengar, kita buat acara yang datang sepi, yang datang orangnya itu-itu aja yg kita bilang 4L (Lo-Lagi-Lo-Lagi), dan banyak yang bilang kita orang-orang eksklusif.
Padahal kita juga masih manusia yang sama. ya walaupun gue belum sekeren kakak-kakak disana yang sudah melebarkan hijabnya, tapi insyaallah semangat gue gak akan kalah dengan mereka. :(
Beberapa hari yang lalu, kami ngadain acara islamic leadership and motivation training untuk mahasiswa baru 2014 gitu semacam LDKS ya waktu SMA dulu. Acara ini diadain selama 3 bulan yang acaarnya itu ada beberapa seminar besar dan seminar kecil dan diakhiri dengan dauroh diluar. Gue di kepanitiaan ini sebagai Steering committee gitu, yang punya ade-ade panitia yang mesti dibimbing.
Steering Committee ini yang ngonsep dari awal, yang mencari panitia-panitia OC buat acaranya. daaaaaan baru tau kalau ini ternyata gak mudah, mungkin yaa kalau acara-acara kepanitiaan umum saat nyari OC buat acaranya banyak yang berminat banyak yang mau daftar. untuk acara kami ini, kami berusaha keras untuk mempromosikannya supaya ada OC yang mau daftar.
Alhamdulillah lumayan banyak panitia yang daftar. dan program pun berjalan.
dari panitia yang sudah ada, kita melakukan promosi juga supaya ada peserta 2014 yang mau mendaftar latihan kepemimpinan berbasis islami ini. Dari promosi poster lewat media sosial, ajak-ajakkin ade mentee, sampai kita ke gedung-gedung asrama mereka buat ngasih tau ada acara ini.
Alhamdulillah dengan pendaftar yang ada, acara kami berjalan. :)
Rintangan belum selesai, dari semua panitia yang ada belum tentu mereka semua satu visi memprioritaskan acara kami ini kan. Ada yang sudah sibuk di tempat lain, sudah sibuk dengan amanah-amanah mereka yang lain. Ini gak cuma terjadi di OCnya aja, tapi di para SC pun juga sama. pfft :(
Akhirnya berguguranlah satu-satu, berkurang begitu aja. yang datang kadang yang itu aja, ya gue tau sih sebenarnya mereka juga peduli dengan acara ini, tapi belum bisa memprioritaskannya. Apa guenya aja kali yak yang nganggur jadi bisa ada disini terus zz :p
Sekali, dua kali mereka gak bisa hadir, gue masih ajak, gue masih ngeline tanya mereka.
Tapi lama-lama bosan gak sih. haha jujur gue bukan tipe orang yang begitu peduli sama orang, kalau tu orang gabisa hadir, gak pernah hadir. gue nyerah aja gak peduli.haha toh itu urusan mereka dengan pertanggungjawaban amanah mereka nantinya kan.
Sekali lagi Alhamdulillah masih selalu ada yang mengingatkan gue, gue diingatin sama beberapa kakak. Intinya beliau bilang, "seharusnya dengan mereka yang seperti itu, gue gak boleh ninggalin mereka malah seharusnya gue harus kasih perhatian lebih nunjukkin kalau gue butuh dia. Jadi orang tersebut tau kalau dia dibutuhin."
"Kepanitiaan itu ibarat kapal, dimana ada pemimpin dan anak buahnya. Kalau kapal itu udah bocor dan orang-orangnya menghilang. Kita harus tetap berjuang dengan orang yang ada, bagaimanapun caranya. Supaya dengan kapal yang bocor dan orang yang masih tersisa kita bisa sampai ke tujuan dengan selamat."
haha kalau jawaban gue, kasarnya nih ya. iya kalau dia sadar dia dibutuhin kalau gak pernah sadar-sadar gimana. haha gak lah ya gak mungkin gue berani jawab begitu.
Ya gue akhirnya mikir bener juga kata-kata kakak itu. Daaaan suka banget-banget sama quote yang kedua itu, gak heran kalau banyak yang bilang kakak itu keren. :3
And then, gue masih berusaha peduli. Pedulinya semoodnya diri gue aja sih. hehe :p
Yang paling buat gue terharu sih. Sang ketua yang tadinya sempat hilang, dan gue yang emang udah gak pedulian juga dengan mereka yang menghilang begitu saja, akhirnya gue masih berusaha menghubunginya.
Waktu acara puncak terakhir, Sebelum berangkat dauroh gue chat dia.
Gue tanya apa beliau bisa hadir buat acara dauroh dan bisa berangkat ikut kloter pertama buat persiapin tempat disana. Alhamdulillahnya, chat gue dijawabnya. Beliau bilang, iya bisa hadir dan mau ikut berangkat kloter pertama. haha senangnya tuh disiniii :3
Jadi ingat beberapa kata-kata yang ada di video yang gue tonton, begini quotenya.
" Jangan tinggalkan yang dibelakangmu, tunggulah dengan kesabaran dan keikhlasan " - Hasan Al-Banna
" Bersatulah dalam jamaah, sebenci dan sekecewa apapun. "
" Sampaikanlah dakwah setiap saat agar saudaramu merasa memiliki dan dimiliki "
Itu kira-kira quote yang ngena banget. :")
Alhamdulillah, acara kami pun berjalan dengan lancar. Dengan panitia yang ada dan para outsource yang dengan setianya membantu kami. :')
Walaupun masiiiiiih banyak banget yang kurang-kurang selama acara berlangsung, tapi dari komentar-komentar peserta, mereka puas.
Setelah sedih-susah-senang yang kami alamin selama 3 bulan ini, lelah, cape dan semua keluhan yang ada selama 3 bulan ini, Kami tetap bertahan disini.
Semoga Allah SWT senantiasa meneguhkan hati-hati kami untuk terus setia berada di jalan ini. Sampai kelak Allah SWT benar-benar mengizinkan kami menapaki surga-NYA. Aamiin..
Semoga Allah SWT senantiasa meneguhkan hati-hati kami untuk terus setia berada di jalan ini. Sampai kelak Allah SWT benar-benar mengizinkan kami menapaki surga-NYA. Aamiin..
Terimakasih ya rabb, karena telah memilih kami. :')
Ini videonyaa, semoga bermanfaat :)
Sunday, 22 June 2014
Again and Again Tangkuban Perahu
Entah sudah berapa kali, gue ke Tangkuban perahu. Dan kira-kira sekitar 2 minggu yang lalu, gue sekeluarga bersama keluarganya teman kantor bokap ke Tangkuban Perahu lagi.
Jujur enggak ada yang bisa dilihat sih disana, tapi gue suka aja kesana. Bukaan..bukan karena belanja-belanja nya tapi karena bisa foto-fotonya *eh alay -_- haha bukan karena itu aja sih, gue senang ke tempat-tempat yang dimana gue, mama, papa dan ade gue bisa bersama-sama dan gak sibuk sendiri-sendiri.
Emang kalau ke Mall enggak bisa cid? Bisa sih, tapi kalau di Mall kan kita udah fokus masing-masing sama apa yang kita liat disana dan ngabisin uang juga bro kesana ._.
Yap.. Ceritanya teman kantor bokap gue itu, anaknya mau kuliah juga di Telkom jadi mereka datang ke Bandung untuk survey tempat dan nginap 2 hari di Bandung dari sabtu. And then hari minggunya, kita pagi-pagi main deh ke Tangkuban Perahu.. ooh I love that place :3
Tenaang.. Kali ini gue ke Tangkuban Perahunya gak mendaki Gunung Jayagiri lagi kok, gak jalan kaki lagi seperti cerita gue waktu kemarin. kayaknya masih membekas nih di hati dan gak mau lagi jalan kaki naikin tuh Gunung. T,T
Haha kali ini gue naik mobil, ya satu mobil bersama-sama. Lumayan pegal juga sih duduk kelamaan, dan Alhamdulillah nya gak begitu padat jadi gak macet :)
Sampai di Tangkuban Perahu, kami excited gitu. Keluarga teman bokap juga senang, karena mereka belum pernah kesini sebelumnya. Seperti biasa, karena gak ada yang berubah disini dari tahun-ke tahun.
Kita cuma foto-foto dan makan gorengan aja << ini penting banget :p
Karena dingin, gorengan dan susu itu perpaduan yang mantap.
Walaupun gak ada yang bisa dilihat ya, tapi gue berusaha bersyukur aja karena Allah SWT masih memberikan waktu luang buat bokap, jadi kami sekeluarga bisa jalan-jalan lagi kesini deh. :)
Ini dia beberapa hasil jepret-jepret selama disana :
Jujur enggak ada yang bisa dilihat sih disana, tapi gue suka aja kesana. Bukaan..bukan karena belanja-belanja nya tapi karena bisa foto-fotonya *eh alay -_- haha bukan karena itu aja sih, gue senang ke tempat-tempat yang dimana gue, mama, papa dan ade gue bisa bersama-sama dan gak sibuk sendiri-sendiri.
Emang kalau ke Mall enggak bisa cid? Bisa sih, tapi kalau di Mall kan kita udah fokus masing-masing sama apa yang kita liat disana dan ngabisin uang juga bro kesana ._.
Yap.. Ceritanya teman kantor bokap gue itu, anaknya mau kuliah juga di Telkom jadi mereka datang ke Bandung untuk survey tempat dan nginap 2 hari di Bandung dari sabtu. And then hari minggunya, kita pagi-pagi main deh ke Tangkuban Perahu.. ooh I love that place :3
Tenaang.. Kali ini gue ke Tangkuban Perahunya gak mendaki Gunung Jayagiri lagi kok, gak jalan kaki lagi seperti cerita gue waktu kemarin. kayaknya masih membekas nih di hati dan gak mau lagi jalan kaki naikin tuh Gunung. T,T
Haha kali ini gue naik mobil, ya satu mobil bersama-sama. Lumayan pegal juga sih duduk kelamaan, dan Alhamdulillah nya gak begitu padat jadi gak macet :)
Sampai di Tangkuban Perahu, kami excited gitu. Keluarga teman bokap juga senang, karena mereka belum pernah kesini sebelumnya. Seperti biasa, karena gak ada yang berubah disini dari tahun-ke tahun.
Kita cuma foto-foto dan makan gorengan aja << ini penting banget :p
Karena dingin, gorengan dan susu itu perpaduan yang mantap.
Walaupun gak ada yang bisa dilihat ya, tapi gue berusaha bersyukur aja karena Allah SWT masih memberikan waktu luang buat bokap, jadi kami sekeluarga bisa jalan-jalan lagi kesini deh. :)
Ini dia beberapa hasil jepret-jepret selama disana :
Raef - You are the one
Who would’ve ever thought that it would be our time?
I just know it, ’cause you’re the one
It ain’t a selfish love, when I’m with you
You remind me of Allah, and so I know it’s true
I’ll just say it: you are the one
Reff :
Won’t you be my BFF (best friend forever) and ever?
Won’t you be my partner after this world?
We’ll see it, when we believe it together
Dreams are meant to be, ’cause you’re the one for me
I never thought that I would ever feel this way
I ask Allah to bless you every single day
I’ll just say it, ’cause you’re the one
And when times are tough, and we’ve got the world to see
Standing right beside you is where I want to be
I just know it: you are the one
Reff :
Won’t you be my BFF (best friend forever) and ever?
Won’t you be my partner after this world?
We’ll see it, when we believe it together
Dreams are meant to be, ’cause you’re the one for me
I prayed about this just over a million times
Who would ever thought that I could call you mine?
I just know it, ’cause you’re the one
And when there’s gray in our hair and we’ve not much to do
I want to spend the rest of my days with you…
Oh don’t you know it?
You are the one, you are the one
Oh won’t you be the one?
"You're My Only Exception" >,<
Subscribe to:
Posts (Atom)
